Entah dengan siapa aku harus berbagai sebuah dilema ini. Maaf ya blogger, aku harus menuangkan segala perasaanku disini. Ya hanya disini.
Aku ini hidup di Bali yang merupakan sebuah tempat yang sangat kental dengan kebudayaannya. Termasuk budaya warna nya. Seperti Brahmana, Ksatria, Waisya, Sudra. Aku terlahir di keluarga berwarna Ksatria, yaitu Gusti.
Pernah suatu ketika, saat aku mulai tumbuh remaja orangtua selalu memberiku wejangan agar suatu saat nanti, menikahlah dengan warna yang sama. Agar suatu saat nanti ketika orangtua mu mati nanti, kamu masih bisa menyembahnya.
Namun seiring waktu berjalan, aku semakin tidak mendengar peringatan orangtuaku. Aku selalu jatuh hati pada warna sudra. Namanya cinta, siapa tau akan jatuh kepada siapa, bukan? Suatu saat aku menjalin kasih dengan pria itu. Hingga aku menjadi orang yang dewasa seperti ini, aku sayang padanya. Dan aku mulai teringat dengan peringatan orangtuaku.
Mungkin jaman sekarang, apalah arti sebuah nama. Namun, leluhur kami masih sangat menghargai budaya itu. Aku mulai bimbang ketika restu orangtua sudah tidak brrpihak padaku. Kehilangan restu adalah jalan buntu bagiku. Tidak akan srlamat ketika aku melawan orangtuaku. Namun bagaimana dengan cintaku?
Aku hanya selalu berdoa. Agar Tuhan selaly memudahkan jalanku. Aku tidak ingin berjalan tanpa restu. Dan aku tidak ingin ketika nanti orangtuaku tiada, aku tidak bisa menyembah nya dan disebut durhaka. Aku hanya tidak mau disebut seperti itu. Namun aku tidak bisa meninggaljan cintaku begitu saja.
Tolonglah. Aku tidak pernah meminta terlahir jadi manusia yg menyakiti orang lain. Apa yang harus aku perbuat??? Adakah yang bisa menolongku ?